Bantu Lawan Corona, Lansia Ini Rela Sumbang Tabungan Hari Tua Rp 550 Juta

Virus Corona Covid-19 yang merebak di berbagai negara saat ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Banyak nyawa yang telah menjadi korban akibat terpapar virus tersebut. Selain itu, berbagai cerita pilu juga dilalui banyak orang karena mewabahnya virus Corona Covid-19 di negara tempat tinggalnya.
Banyak orang yang harus kehilangan kerabat, terpisah dari keluarga dan kehilangan pekerjaannya. Namun selain cerita memilukan tersebut ternyata masih ada cerita inspiratif yang menumbuhkan secercah harapan di tengah masyarakat.
Seperti apa yang dilakukan oleh pasangan lansia Yenjai Wongpaiboonsri, berusia 80 tahun dan Prachuap Wongpaiboonsri, berusia 83 tahun dari Thailand ini. Keduanya telah menyumbangkan uangnya sebesar Rp 550 juta ke dua rumah sakit setempat demi lawan Corona Covid-19.
Namun yang mengharukan dari hal tersebut adalah pasangan lansia itu menyumbangkan uang yang merupakan tabungan hari tuanya. Uang tersebut sudah dikumpulkan oleh keduanya dalam waktu yang cukup lama dan merupakan hasil dari jerih payahnya mengelola sebuah kios makanan.
Dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, Rabu (15/4/2020) diketahui pasangan lansia tersebut menjual mie bebek di kiosnya yang terletak pada kawasan Chonburi, Thailand Timur. Uang yang disumbangkan untuk lawan Corona Covid-19 tersebut oleh pasangan tersebut disalurkan ke dua rumah sakit. Yakni sebesar Rp 240 juta disumbangkan ke Rumah Sakit Ratu Savang Vadhana Memorial. Sedangkan sebesar Rp 312 Juta ke Rumah Sakit Lamchabang.
Membantu Sebagai Ungkapan Terima Kasih
Pasangan itu mengatakan bahwa dirinya sudah cukup tua sehingga mereka tidak tahu kapan akan pergi kemana-mana lagi. Jadi pasangan tersebut menyumbangkan uangnya ketika mengetahui bahwa ada rumah sakit yang membutuhkan ventilator dan kit uji Corona Covid-19.Hal itu dilakukan oleh Yenjai dan Prachuap sebagai cara untuk memberikan rasa terima kasih kepada masyarakat. Karena usahanya bisa berlangsung lancar, karena peran dari masyarakat yang membeli masakannya.
Selain itu, Yenjai mengatakan bahwa ketika suaminya mengalami musibah yang mematahkan kedua kakinya, para dokter dan perawat di rumah sakit memberi perawatan terbaik dan juga membantu membayar tagihan medis. Ia masih sangat berterima kasih untuk hal itu.