Pengakuan Istri Berhubungan Intim dengan Pria Lain Lalu Memerasnya: Anak Saya 4 Orang Masih Kecil
![]() |
| Ev saat diwawancarai sripoku.com di Polsek IT I Palembang. (sripoku.com/rere) |
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sepasang suami istri yang melakukan pemerasan dengan modus sang istri melakukan hubungan badan dengan korban, akhirnya diringkus jajaran Polsek Ilir Timur 1 Kota Palembang.
Sepasang suami istri itu adalah EVB alias M (35) dan MA alias U (39).
Turut diringkus seorang wanita berinsial R (55) yang merupakan kakak ipar EVB.
R (55) diduga ikut membantu melakukan pemerasan.
Penangkapan terhadap pasangan suami istri dan seorang perempuan ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Ilir Timur 1 Palembang, Kompol Edi Rahmat, Kamis (27/2/2020).
Diketahui EVB dan MA ini merupakan sepasang suami istri yang nikah sirih dan memiliki 4 orang anak.
Dari pengakuan pelaku MA, otak dari kegiatan ini adalah istrinya sendiri.
Untuk mengetahui motif apa sebenarnya sehingga pasangan suami istri itu nekat melakukan praktik asusila lalu melakukan pemerasan, wartawati Sripoku.com, hari ini (Sabtu, 29/2/2020) melakukan wawancara eksklusif dengan EVB.
Wawancara tersebut kami sajikan dalam bentuk tanya dan jawab atau Question and Answer (Q & A).
Pukul 11.00 WIB siang tadi akhirnya EVB bisa ditemui dan mulai menceritakan kejadiannya.
Question (Q): Apa yang membuat anda melakukan hal tersebut ?
Anwer (A): Karena anak saya 4 masih kecil kebutuhannya harus cukup sementara suami saya hanya seorang buruh sewaan bangunan.
Q: Sudah berapa kali anda melakukan aksi kejahatan ini ?
A: Baru sekali, karena waktu itu kehabisan cara untuk mendapatkan uang sementara kebutuhan sangat banyak.
Q: Bagaimana anda mencari korban ?
A: Tidak pernah mencari korban. Itu hanya kebetulan. Saat itu mendesak uang kebetulan 2 hari setelah butuh uang, korban mengajak saya tidur di salah satu hotel.
Jadi saya spontan aja mau meras korban demi mendapatkan uang.
Q: Sudah berapa lama anda mengenal korban ?
A: Masih termasuk baru kenal korban. Itu pelanggan saya baru 3 kali ketemu saya.
Tapi selama 3 kali hanya mengajak saya untuk nongkrok dan senang-senang saja.

Q: Apakah korban sudah menjadi target anda ?
A: Pada awalnya tidak ada target korban atau apalah itu semacamnya karena korban royal banget sama saya. Jadi nggak berani macem-macem.
Tetapi karena mendesak dan saat itu cuman dia yang ngajak main ke hotel pertama kali jadi saya langsung kepikiran untuk meras korban.
Q: Darimana anda mendapat ide seperti ini?
A: Itu saya dapat dari tv. Ada film yang sama saja menggambarkan seperti ini tapi cuman beda posisi saja.
Kalau di tv pelakunya meras istrinya langsung karena istrinya orang hebat dan berpangkat. Kalau saya kan kebalikannya.
Q: Saat hendak menakuti korban, apakah anda menakutinya dengan kamera atau dokumentasi lain ?
A: Tidak, kami hanya menakutinya dengan ucapan saja dan menekan dia. Dan ternyata dia langsung takut.

Q: Apakah anda menyesal?
A: Iya saya menyesal sekarang mau tobat aja. Saya menyesal melakukan ini. Kalau tau bakal sebesar ini masalahnya saya tidak akan melakukan ini.
Q: Apakah sebelum melakukan aksi berpikir akibat perbuatan anda ke depannya?
A: Enggak. Karena saat itu yang saya Pikir hanya bagaimana cara mendapatkan uang yang banyak untuk kebutuhan keempat anak saya.
Q: Apakah anda berpikir korban bakal melapor polisi?
A: Tidak terpikir. Dan saya kaget tiba-tiba saya ditangkap karena saya nggak berpikir sejauh ini.
Namanya pikirannya cuman butuh uang aja nggak ada yang lain. Jadi nggak bisa berpikir jernih.
Q: Adakah yang ingin anda sampaikan ?
A: Saya ingin meminta maaf kepada keluarga karena akibat perbuatan saya keluarga menjadi menanggung malu.
Saya minta maaf dan saya menyesal.
Untuk keempat anak saya tolong maafkan mama dan kalau besar nanti jangan benci dengan mama.
Q: Apa harapan anda ?
A: Berharap menjadi orang yang lebih baik lagi dan beharap anak saya kalau udah besar tidak malu mempunyai ibu seperti saya.
